Multi-styled Text Generator at TextSpace.net

Sunday, August 16, 2009

"SAYA ALUMNI SMA 2 JEMBER"


ANGGAP RUMAH SENDIRI "SAYA ALUMNI SMA 2 JEMBER". Begitulah kata-kata yang dilontarkan seorang alumni SMADA kepada kami anak SISMADAPALA XXVIII yang kebetulan singgah dirumah beliau pada saat akan mengikuti tajem.
Kami (SISMADAPALA XXVIII) ingin mengikuti lomba tajem (Tanggul Jember) yang diadakan bupati jember. Misi kami hanya ingin menjadi juara tajem agar SISMADAPALA tidak lagi dianggap enteng disekolah dan dapat membuat para pendiri SISMADAPALA bangga terhadap kami. Hanya itu tujuan utama kami.
Berbagai persiapan kami lakukan mulai dari meminjam kaos Magenta pada teman-teman agar seragam dan mencari bantuan transport ke Kodim Jember karena terbatasnya biaya. Tepat pada hari pelaksanaan Tajem kami semua berkumpul di rumah Dandank di jalan ciliwung, kemudian setelah semuanya terkumpul kami berjalan dari rumah dandank menuju Kodim Jember. Setelah sampai disana ternyata truk yang akan mengangkut kami masih belum jelas apakah sudah penuh atau masih kosong. Kami mulai ragu akan keberangkatan kami dan kami pikir kami tidak jadi berangkat karena truknya belum pasti. Akan tetapi Tuhan mrestui keberangkatan kami, tiba-tiba saja setelah lama menunggu ada sebuah truk keluar dari Kodim dan tanpa banyak cincong kami langsung berteriak dan bertanya pada sopir truk apakah bisa kami ikut naik sampai tanguk dan ternyata supir truk memperbolehkan kami naik. Sungguh luar biasa keberuntungan anak SISMADAPALA. Setelah sampai tanggul dengan truk Kodim kami diajak kendo menuju ruma saudara temannya yang ternyata adalah alumni SMADA.
Setelah sebentar berjalan akhirnya kami dapat menemukan rumah alumni SMADA tersebut. Alumni tersebut sangat ramah pada kami dan mempersilahkan kami masuk ke dalam rumah sekaligus tempat usahanya. hal yang tidak kami duga-duga adalah ternyata alumni tersebut telah menyiapkan makanan dan minuman kepada kami. Sungguh keberuntungan ke 2 kami pada hari itu.
Akan tetapi yang saya heran, mengapa alumni yang baru saja bertemu dengan kami bisa sebaik itu dengan kami anak SISMADAPALA dan berkata "ANGGAP SAJA RUMAH SENDIRI". Apakah karena dulu pada saat beliau sekolah di SMADA anak-anak SISMADAPALA pada jaman itu sangat baik terhadap beliau? Sampai saat ini saya belum dapat menemukan jawaban atas pertanyaan tersebut. Akan tetapi saya dan semua anak-anak SISMADAPALA XXVIII sangat berterima kasih atas kebaikan alumni tersebut.
Setelah cukup lama singgah dirumah itu kamipun berangkat berjalan kaki ke Jember dan sebelum berangkat kami berfoto dengan alumni tersebut. Ketika diperjalanan ada saja orang yang kenal dengan kami (anak SISMADAPALA) dan pasti mereka yang menyapa kami dijalan memberikan air mineral pada kami. Sungguh keberuntungan ke 3 kami. Ketika hampir finish ada cemani (alumni SISMADAPALA) yang memberi kami extrajos. Sangat menyenangkan dikala semua orang ramah kepada kami, akan tetapi lebih menyenangkan apabila guru-guru disekolah kami juga lebih menghargai kami dan berhenti berfikir negatif tentang kami anak SISMADAPALA.
Tapi mav ALUMNI kami tidak jadi ikut lomba. Tapi kami berjanji akan ikut lomba tahun depan dan menjadi juara 1.

4 comments: