Multi-styled Text Generator at TextSpace.net

Thursday, March 11, 2010

Pulau Sempu

Pulau Sempu yang terletak di pinggiran Pulau Jawa yang terpampang pada kemegahan Samudra Hindia sangat menakjubkan parasnya. Lebih tepatnya terletak pada selatan kabupaten Malang Provinsi Jatim. Pulau tak berpenghuni dengan berbagai flora fauna dimilikinya dan tidak mata air di tempat ini. Pulau ini merupakan kawasan cagar alam, jadi apabila ingin menyaksikan langsung keindahan parasnya kitra harus ijin dengan BKSDA.
Keinginan untuk menyaksikan secara langsung keindahan pulau ini membuat saya dan beberapa rekan saya nekat untuk mendatangi pulau ini. Kami tidak ada yang pernah ke Pulau Tak Berpenghuni itu. Tapi keingintahuan kami mengalahkan segalanya. Kamipun langsung berngkat ke Pulau Sempu dengan pengetahuan tentang Pulau tersebut yang teramat minim.
Saya dalam rombongan berempat merupakan satu-satunya pecinta alam. Semua perlengkapan seperti tenda,nesting, matras dan apa saja yang akan dibawa semua anggota tim saya yang menentukan. Saya sangat bangga menjadi seorang Pecinta Alam, karena dapat bermanfaat dikelompok kecil ini. Saya bangga menjadi anak PA yang selama ini dipandang sebelah mata oleh beberapa kalangan.
Saya memulai perjalanan dari Jember menuju Wonorejo kab.Lumajang. Kami tidak melewati Arjosari Malang karena perjalanannya akan memutar jauh, dan kebetulan anggota tim ada yang tahu jelur selatan yang langsung membawa kami ke Sendang Biru(pelabuhan kapal nelayan yang dapat membawa kami menyeberang ke Pulau Sempu). Selanjutnya kami menuju Turen dan dari turen langsung menuju Sendang Biru.
Sesampainya di Sendang Biru kami melaporkan kedatangan kami kepada BKSDA setempat untuk meminta ijin mendatangi kawasan cagar alam Pulau Sempu sekaligus memnta informasi lebih banyak mengenai pulau tersenut. Perijinannya tidak terlalu sulit, hanya saja sebaiknya jika kita akan kesana kita harus meminta ijin dahulu kepada BKSDA kabupaten kita tinggal bahwa kita akan ke Pulau Sempu. Itu untuk proses yang lebih aman.
Karena baru pertama kali ke Pulau Sempu maka kami hany boleh mngunjungi satu tempat saja yaitu segara anakan. setelah mendapat perijinan kami langsung menyewa kapal nelayan untuk membawa kami menuju Pulau Sempu yang telah terdengar kemana mana tentang keaslian alamnya dan panorama samudra hindia yang ditawarkan. Sungguh indah tempat itu.
hanya butu awktu lima belas menit untuk sampai di Pulau Sempu. Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki selama 1,5 jam untuk sampai di Segara Anakan. Jalannya tidak terlalu mnyesatkan hanya saja medannya yang berat karena kebetulan pada waktu itu habis hujan sehingga membuat jalan sangat licin dan berlumpur.
Sesampainya di Segara Anakan, saya dan semua teman-teman amat sangat takjub melihat keindahan danau Segara Anakan. Sebuah danau yang airnya diisi oleh air Samudra Hindia melalui lubang tebing karang dan banyak sekali ikan dan hewan laut lain di tempat ini. Saya takjub melihat tempat ini, tempat yang sangat eksotis.
Kami bermalam disana dan yang paling menyedihkan dari perjalanan kali ini bahwa kami tidak membawa obat nyamuk sehingga semalaman kami tidak dapat tidur karena ganasnya nyamuk-nyamuk Pulau Sempu.
Keesokan harinya kami langsung kembali karena persediaan air minum kami habis. Padahal saya masih ingin berlama-lama menyaksikan keindahan Pulau Tak Berpenghuni tersebut. Sungguh pulau yang menari untuk dikunjungi kembali.




Saya ada sedikit saran mengenai perlengkapan apa saja yang harus dibawa dan kapan waktu tepat ke Pulau Tak Berpenghuni nan indah itu.
Perlengkapan yang harus dibawa:
*Air minum 5 liter untuk persedian 2 hari, 3 liter untuk semalam
*Perlengkapan kemah seperti tenda,nesting,matras,pisau tebas,korlap,minyak gas atau spirtus serta tali
*Yang paling penting adalah obat nyamuk oles tanpa obat nyamuk andatidak akan tenang pada malam hari di pulau ini

Waktu yang paling tepat adalah pada saat musim kemarau, karena apabila pada musim hujan anda ke pulau ini medan yang yang ditawarkan sangat berat, yakni medan yang amat licin dan berlumpur.