Monday, July 19, 2010
KODE ETIK PECINTA ALAM
“PECINTA ALAM INDONESIA SEBAGAI BAGIAN DARI MASYARAKAT INDONESIA SADAR AKAN TANGGUNG JAWAB KAMI KEPADA TUHAN, BANGSA DAN TANAH AIR ”
” PECINTA LAM INDONESIA SADAR BAHWA PECINTA ALAM ADALAH SEBAGAI MAKHLUK YANG MENCINTAI ALAM SEBAGAI ANUGERAH TUHAN YANG MAHA ESA “
Sesuai dengan hakekat diatas kami dengan kesadaran menyatakan :
1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Memelihara alam beserta isinya serta menggnakan sumber alam sesuai dengan kebutuhannya.
3. Mengabdi kepada Bangsa dan Tanah Air.
4. Menghormati tata kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitar serta menghargai manusia dan kerabatnya.
5. Berusaha mempererat tali persaudaraan antara pecinta alam sesuai dengan azas pecinta alam
6. Berusaha saling membantu serta menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, Bangsa dan Tanah air.
7. Selesai.
Disyahkan bersama dalam GLADIAN IV – 1974 Di Ujungpandang Pukul 01.00 WITA.
Thursday, March 11, 2010
Pulau Sempu
Keinginan untuk menyaksikan secara langsung keindahan pulau ini membuat saya dan beberapa rekan saya nekat untuk mendatangi pulau ini. Kami tidak ada yang pernah ke Pulau Tak Berpenghuni itu. Tapi keingintahuan kami mengalahkan segalanya. Kamipun langsung berngkat ke Pulau Sempu dengan pengetahuan tentang Pulau tersebut yang teramat minim.
Saya dalam rombongan berempat merupakan satu-satunya pecinta alam. Semua perlengkapan seperti tenda,nesting, matras dan apa saja yang akan dibawa semua anggota tim saya yang menentukan. Saya sangat bangga menjadi seorang Pecinta Alam, karena dapat bermanfaat dikelompok kecil ini. Saya bangga menjadi anak PA yang selama ini dipandang sebelah mata oleh beberapa kalangan.
Saya memulai perjalanan dari Jember menuju Wonorejo kab.Lumajang. Kami tidak melewati Arjosari Malang karena perjalanannya akan memutar jauh, dan kebetulan anggota tim ada yang tahu jelur selatan yang langsung membawa kami ke Sendang Biru(pelabuhan kapal nelayan yang dapat membawa kami menyeberang ke Pulau Sempu). Selanjutnya kami menuju Turen dan dari turen langsung menuju Sendang Biru.
Sesampainya di Sendang Biru kami melaporkan kedatangan kami kepada BKSDA setempat untuk meminta ijin mendatangi kawasan cagar alam Pulau Sempu sekaligus memnta informasi lebih banyak mengenai pulau tersenut. Perijinannya tidak terlalu sulit, hanya saja sebaiknya jika kita akan kesana kita harus meminta ijin dahulu kepada BKSDA kabupaten kita tinggal bahwa kita akan ke Pulau Sempu. Itu untuk proses yang lebih aman.
Karena baru pertama kali ke Pulau Sempu maka kami hany boleh mngunjungi satu tempat saja yaitu segara anakan. setelah mendapat perijinan kami langsung menyewa kapal nelayan untuk membawa kami menuju Pulau Sempu yang telah terdengar kemana mana tentang keaslian alamnya dan panorama samudra hindia yang ditawarkan. Sungguh indah tempat itu.
hanya butu awktu lima belas menit untuk sampai di Pulau Sempu. Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki selama 1,5 jam untuk sampai di Segara Anakan. Jalannya tidak terlalu mnyesatkan hanya saja medannya yang berat karena kebetulan pada waktu itu habis hujan sehingga membuat jalan sangat licin dan berlumpur.
Sesampainya di Segara Anakan, saya dan semua teman-teman amat sangat takjub melihat keindahan danau Segara Anakan. Sebuah danau yang airnya diisi oleh air Samudra Hindia melalui lubang tebing karang dan banyak sekali ikan dan hewan laut lain di tempat ini. Saya takjub melihat tempat ini, tempat yang sangat eksotis.
Kami bermalam disana dan yang paling menyedihkan dari perjalanan kali ini bahwa kami tidak membawa obat nyamuk sehingga semalaman kami tidak dapat tidur karena ganasnya nyamuk-nyamuk Pulau Sempu.
Keesokan harinya kami langsung kembali karena persediaan air minum kami habis. Padahal saya masih ingin berlama-lama menyaksikan keindahan Pulau Tak Berpenghuni tersebut. Sungguh pulau yang menari untuk dikunjungi kembali.
Saya ada sedikit saran mengenai perlengkapan apa saja yang harus dibawa dan kapan waktu tepat ke Pulau Tak Berpenghuni nan indah itu.
Perlengkapan yang harus dibawa:
*Air minum 5 liter untuk persedian 2 hari, 3 liter untuk semalam
*Perlengkapan kemah seperti tenda,nesting,matras,pisau tebas,korlap,minyak gas atau spirtus serta tali
*Yang paling penting adalah obat nyamuk oles tanpa obat nyamuk andatidak akan tenang pada malam hari di pulau ini
Waktu yang paling tepat adalah pada saat musim kemarau, karena apabila pada musim hujan anda ke pulau ini medan yang yang ditawarkan sangat berat, yakni medan yang amat licin dan berlumpur.
Friday, November 27, 2009
Gak Mandi
Minggu pagi aku ma anak-anak janjian wat survey tempat diklatsar SISMADAPALA di garahan. Kami janjian jam lima pagi harus “budal” tapi ternyata kami baru berangkat jam setengah enam. Sepertinya jam karet Indonesia telah merasuki kebiasaan kami. J mohon maav Indonesia bukan bermaksud untuk melecehkan tapi emang benerkan??? J
Berhubung aku yang punya ide wat berangkat pagy maka gengsi dunk bangunnya kesiangan, tak lupa dan emang disengaja demi kecintaan kepada SISMADAPALA maka aku udah nyetel alarm di HP. Aku nyetel jam 4:15, wah pagy banget tuh kalo sekolah aja bangunnya paling pol jam 6. J Tapi ternyata belum waktunya alarm berbunyi, hpku dah bunyi duluan. Dalam hati menggerutu siapa yang miss call subuh-subuh gini? Pas diangkat ternyata ada suara kecil nan hancur memecah keheningan minggu pagy dan tidak lain tidak bukan itu adalah suara mbak wida. Mbak wida adalah anak angkatan 27 SMDPL(SISMADAPALA). Dia semangat banget wat ikut survey padahal jalannya lambat banget kayak bekecot jadi memperlambat perjalanan. Hiks… pisss y mbak wida.
Setelah mengangkat telpon dari mbak wida akupun bangun tetapi tidur lagi. J hingga akhirnya hpku berbunyi lagi untuk kedua kalinya dan langsung aku angkat. Suara mbak wida sontak membangunkan aku dari mimpi indahku. Aku bukannya bermimpi ala anak muda menginjak dewasa bukan juga bermimpi seorang wanita idamanku kayak pacarku sendiriJ tapi aku bermimpi kalau sedang lagi survey makanya aku pules banget tidurnya dan ternyata jam sudah menunjukkan pukul 5:15 dan aku masih ditempat tidur. Aduh… aku kebablas dan langsung aja tanpa berfikir panjang aku turun dari kasur hangatku dan langsung menuju tempat kemanusiaan yaitu “WC”. Karena jamnya udah mepet banget jadi aku males mau mandi so sikat gigi aja udah cukup wat anak PA kayak aku. Hehehe
Anak-anak pada molor semua, untung aja ada mbak wida yang bersedia miss callin anak-anak PA yang malesnya minta ampun. Jadinya kami baru berangkat jam 5:30 deh….. Dan aku melakukan survey gak mandi. Hehehehe Untuk mbak wida makacie ya….. J
Sunday, August 16, 2009
"SAYA ALUMNI SMA 2 JEMBER"

Kami (SISMADAPALA XXVIII) ingin mengikuti lomba tajem (Tanggul Jember) yang diadakan bupati jember. Misi kami hanya ingin menjadi juara tajem agar SISMADAPALA tidak lagi dianggap enteng disekolah dan dapat membuat para pendiri SISMADAPALA bangga terhadap kami. Hanya itu tujuan utama kami.
Berbagai persiapan kami lakukan mulai dari meminjam kaos Magenta pada teman-teman agar seragam dan mencari bantuan transport ke Kodim Jember karena terbatasnya biaya. Tepat pada hari pelaksanaan Tajem kami semua berkumpul di rumah Dandank di jalan ciliwung, kemudian setelah semuanya terkumpul kami berjalan dari rumah dandank menuju Kodim Jember. Setelah sampai disana ternyata truk yang akan mengangkut kami masih belum jelas apakah sudah penuh atau masih kosong. Kami mulai ragu akan keberangkatan kami dan kami pikir kami tidak jadi berangkat karena truknya belum pasti. Akan tetapi Tuhan mrestui keberangkatan kami, tiba-tiba saja setelah lama menunggu ada sebuah truk keluar dari Kodim dan tanpa banyak cincong kami langsung berteriak dan bertanya pada sopir truk apakah bisa kami ikut naik sampai tanguk dan ternyata supir truk memperbolehkan kami naik. Sungguh luar biasa keberuntungan anak SISMADAPALA. Setelah sampai tanggul dengan truk Kodim kami diajak kendo menuju ruma saudara temannya yang ternyata adalah alumni SMADA.
Setelah sebentar berjalan akhirnya kami dapat menemukan rumah alumni SMADA tersebut. Alumni tersebut sangat ramah pada kami dan mempersilahkan kami masuk ke dalam rumah sekaligus tempat usahanya. hal yang tidak kami duga-duga adalah ternyata alumni tersebut telah menyiapkan makanan dan minuman kepada kami. Sungguh keberuntungan ke 2 kami pada hari itu.
Akan tetapi yang saya heran, mengapa alumni yang baru saja bertemu dengan kami bisa sebaik itu dengan kami anak SISMADAPALA dan berkata "ANGGAP SAJA RUMAH SENDIRI". Apakah karena dulu pada saat beliau sekolah di SMADA anak-anak SISMADAPALA pada jaman itu sangat baik terhadap beliau? Sampai saat ini saya belum dapat menemukan jawaban atas pertanyaan tersebut. Akan tetapi saya dan semua anak-anak SISMADAPALA XXVIII sangat berterima kasih atas kebaikan alumni tersebut.
Setelah cukup lama singgah dirumah itu kamipun berangkat berjalan kaki ke Jember dan sebelum berangkat kami berfoto dengan alumni tersebut. Ketika diperjalanan ada saja orang yang kenal dengan kami (anak SISMADAPALA) dan pasti mereka yang menyapa kami dijalan memberikan air mineral pada kami. Sungguh keberuntungan ke 3 kami. Ketika hampir finish ada cemani (alumni SISMADAPALA) yang memberi kami extrajos. Sangat menyenangkan dikala semua orang ramah kepada kami, akan tetapi lebih menyenangkan apabila guru-guru disekolah kami juga lebih menghargai kami dan berhenti berfikir negatif tentang kami anak SISMADAPALA.
Tapi mav ALUMNI kami tidak jadi ikut lomba. Tapi kami berjanji akan ikut lomba tahun depan dan menjadi juara 1.
Monday, June 29, 2009
Sunday, June 28, 2009
Tak Luput Dari Sempurna (BACA 3)
Saya akui bahwa tidak selamanya kami sebagai Pencinta Alam bertindak benar. Saya akui memang sebagian besar anggota Pencinta Alam perokok dan itu memang sudah tidak dapat dicegah karena sebelum mereka menjadi anggota pencinta alam mereka sudah menjadi perokok aktik. Tapi ada satu kalimat dari alumni SISMADAPALA yang sangat mengagumkan.Suka Duka Pencinta Alam (BACA 2)
Kesenangan sebagai pecinta alam tentunya pada saat berhasil menggapai puncak suatu gunung tertentu dengan penuh kerja keras dan rasa KORSA yang tinggi dalam suatu tim. Dalam perjalanan, mental kita akan dibentuk, rasa korsa kita akan semakin tinggi dan kita akan mengetahui bagaimana sebenarnya sifat teman satu tim kita. dan yang paling menarik dan menyenangkan adalah disaat kita telah sampai dipuncak gunung dengan selamat, karena itu semua tak lepas dari perlindunngan Tuhan. Tuhan semesta alam yang telah memberi semua pecinta alam kesempatan untuk menyaksikan dengan mata telanjang keindahan alam yang tak ternilai harganya. Tapi tak selamanya para pencinta alam menikmati keindahan itu, seperti SISMADAPALA misalnya. Di sekolah saya sebagian besar guru-guru SANGAT tidak suka dengan kegiatan pencinta alam. Ada guru yang bilang jika kegiatan PA hanya membuang-buang waktu, oarang-orangnya nakal karena pengaruh alumni dan mencontohkan hal-hal negatif pada teman-temannya pada saat di sekolah. Semua jawaban itu sangat menusuk hati saya sebagai pencinta alam. Niat saya dari awal hanya ingin mensyukuri kebesaran Tuhan telah dilunturkan dengan kata-kata guru. Saya berani bilang bahwa semua yang dikatakan guru-guru sangat SALAH. Pencinta alam tidak seperti yang mereka pikirkan, kegiatan ini tidak membuan-buang waktu karena ada beberapa kegiatan yang tergabung disini antara lain kegiatan agama, sosial, olahraga dll. Hanya PA yang menyediakan rasa solidaritas yang tinggi, rasa pertemanan alumni dan AM yang erat, rasa percaya, dan semua rasa yang ada termasuk rasa BENCI DAN MARAH JIKA TIDAK ada tempat untuk beribadah, melihat hutan yang gundul, dan SANgAGT BENCI dijelekkan. Alumni PA kususnya SISMADAPALA saya akui memang memberi banyak pengaruh terhadap semua pendatang baru dalam dunia PA baik pengaruh positif dan negatif. Akan tetapi yang tidak diketahui semua guru adalah pada saat DIESNATALIES SISMADAPALA ke 28 semua alumni angkatan satuan berbicara satu persatu dan INTI pembicaraan mereka adalah bahwa mereka tidak ingin anggota PA yang baru mengikuti semua kegiatan mereka yang negatif dan para alumni itu juga mengingatkan kepada alumni yang lain untuk tidak memberi contoh buruk pada adik-adiknya. Dan terbukti sampai saat ini semua anggota AM PA bebas dari miras, obat-obatan, pergaulan bebas, DAN lebih mengutamakan IBADAH. Untuk di lingkungan sekolah semua anggota PA memberi contoh baik pada temannya dan sangat berpengaruh pada kemajuan kelasnya. KUSUSNYA SISMADAPALA ANGKATAN 28.




